Jumat, 30 Maret 2012

Terapi VCO Untuk Diabetes

Terapi VCO Untuk Diabetes

Kejadian itu begitu cepat. Dada Toto Hendarto bergemuruh, lalu tiba-tiba ia sesak napas, dan terjatuh di lantai kamar tidur. Saya mau mati, batin Toto. Dengan tenaga tersisa, pria 47 tahun itu merangkak ke tepi jalan raya berjarak 20 meter dari rumahnya.



Siang itu ia sendirian, anggota keluarga lain bekerja dan sekolah. Ia meminta tolong dengan isyarat melambai-lambaikan tangan. Tetangga segera melarikan Toto ke rumahsakit.


Di ruang gawat darurat dokter memeriksa kesehatan Toto. Hasilnya sungguh mengejutkan: kadar gula darah 770 mg/dl. Kadar gula normal pria dewasa 110-160 mg/dl. 'Karena kadar gula darah sangat tinggi, dokter yang memeriksa mengatakan bahwa saya seharusnya sudah tidak bernapas lagi,' kata Toto.




Kelahiran 6 Januari 1962 itu menjalani opname selama 8 hari. Di rumahsakit ia menjalani diet karbohidrat, protein, dan gula. Ketika tiba kembali di rumah, ia patuh mengkonsumsi obat yang diresepkan dokter. Sayang kadar gula darah tak juga turun meski setahun ia rutin menelan obat antidiabetes mellitus. Suatu pagi usai salat Idul Fitri, ia berjumpa teman yang menyarankan untuk mengkonsumsi virgin coconut oil (VCO).

Alumnus Universitas Negeri Yogyakarta itu ragu. 'Masak saya diberi minyak. Jangan-jangan malah kolesterol yang naik,' ujar Toto. Namun, setelah teman masa SMP meyakinkan, Toto akhirnya mencoba VCO. Ia mengkonsumsi 1 sendok makan VCO 2 kali sehari. Setelah menghabiskan 5 botol-masing-masing 80 ml-ia merasakan lebih bugar dan tak mudah mengantuk seperti sebelum konsumsi VCO.

Ketika ia memeriksakan diri ke dokter. Ternyata kadar gula darah mendekati ambang normal: 180 mg/dl. Pengecekan terakhir 2 bulan lalu, kadar gula darahnya normal.

Riset ilmiah

Turunnya kadar gula darah Toto bukan kebetulan belaka. Berbagai riset ilmiah membuktikan keampuhan VCO mengendalikan kadar gula darah. Prof Dr Bambang Setyaji, ahli VCO dari Universitas Gadjah Mada, mengatakan minyak perawan itu mengandung asam lemak jenuh rantai sedang (medium chain fatty acid atau MCFA) tinggi, terutama asam laurat 43-53%. Menurut dr M Masjhoer MS Med SpFK, ahli farmakologi klinis di Universitas Diponegoro, MCFA mampu merangsang dan meningkatkan kemampuan sel ß pankreas dalam memproduksi insulin.

Itu sejalan dengan penelitian Shinta Febriana Yustisiari, dari Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah. Ia menguji 25 tikus yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok I adalah kontrol negatif, diberi 2 ml akuades. Yustisiari memberi VCO berdosis 0,57 ml, 1,13 ml, dan 2,27 ml per 100 g bobot tubuh masing-masing untuk kelompok II, III, dan IV. Sedangkan kelompok terakhir diberi glibenklamid-obat antidiabetes.

Dalam riset itu terbukti bahwa pemberian VCO menurunkan kadar glukosa darah seperti halnya glibenklamid. Menurut Dr dr Indwiani Astuti, peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, sifat antioksidan VCO juga melindungi pankreas. Sehingga kinerja pankreas memproduksi insulin tetap prima. Pasokan insulin lancar, glukosa darah pun terkontrol.(Ari Chaidir/Peliput: Faiz Yajri & Vina Fitriani) - Trubus 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar